Pada bab ini saya
akan menjelaskan tentang Struktural Fungsional. Teori struktural fungsional berpandangan terhadap segala pranata sosial serba fungsional. Conton misalnya kasus kemiskinan.
Kemiskinan adalah gejala sosial dalam satu sistem. Kemiskinan diperlukan agar
tatanan masyarakat berjalan. Karna kalu tidak ada kemiskinan maka tatanan
masyarakat tidak berjalan dngn baik. Karna nanti orang kaya akan memperkerjakan
siapa? Maka dalam masyarakat akan selalu ada stratifikasi. Agar pranata
masyarakat berjalan.
Apabila masyarakat masih dalam struktur itu maka masyarakat akan seimbang
dan nyaman. Organisme yang terbentuk dalam masyarakat menyebabkan adanya
stabilitas sosial. Jadi masyarakat lebih stabil tertata. Karna mereka sudah
masuk dalam tatanan ekonomi, lembaga politik, lembaga hukum, pendidikan dan sebagainya. Lembaga itulah yang mengatur dengan sendirinya masyarakat itu. Jadi masyarakat tidak mempunyai lagi kebebasan
karna sudah di strukturnya di konsep ini.
Premis : Herbert Spenser dengan analogi anatominya.
Ini yg dikatakan sistem. Masyarakat adalah suatu sistem yang secara keseluruhan terdiri dari bagian-bagian yang saling tergantung.
Konsep :
➽ Organisme yang
terbentuk dalam masyarakat menyebabkan adanya stabilitas tatanan sosial yyang
dapat dari berbagai bentuk lembaga sosial masyarakat.
➽ Teori strukturan
berpandangan terhadap segala pranata sosial yang ada dalam masyarakat serba
fungsional. Baik dinilai positif maupun negative.
Pembentuk Masyarakat:
➽Keyakinan dan
praktik politik sudah mantap
➽ Di
institusionalikan
➽Komponen Organ
melaksanakan fungsi
Akibat Fungsi Tidak
berjalan:
➽ Hilangnya
solidaritas sosial
➽ Runtuhnya
Integrasi
➽ Hilangnya
Keseimbangan
Talcot Parsons dalam
konstruksi sosial
➽ Adaptasi.
Suatu system harus
mengatasi suasana eksternal, lingkungan internal serta lingkungan kebutuhannya.
➽ Goal
attainment (pencapaian tujuan)
System harus
didefinisikan dan mencapai tujuan utama.
➽ Integration.
Sistem harus
mengatur interelasi antar berbagai bagian. Juga harus mengatur hubungan antar
fungsi imperative (A.G.L)
➽ Latency.
Sebuah system harus
saling melengkapi, dipelihara, dan memperbarui motivasi individual dan pola
budaya.
Parsons juga
merumuskan empat jenis proses, yakni:
➽ Proses
keseimbangan, meliputi proses dalam system sosial
➽ perubahan
structural. Mencakup perubahan fundamental dalam system.
➽ Diferensiasi
structural. Perubahan satu subsistem tidak menyebabkan pada system lain.
➽ Evolusi,
Proses perkembangan masyarakat dari waktu ke waktu.
Sumber:
Diskusi Kuliah Sosiologi Hukum. 11 April 2018. Pukul 10.30 WIB. Dosen
Pengampu: Abdul Rahman Hamid, SH, MH.

0 komentar:
Posting Komentar